Iklan


Author Details

Diet Magnesium untuk Jantung Sehat

Media Merdeka
Sabtu, 03 Agustus 2019, Agustus 03, 2019 WIB Last Updated 2020-09-28T12:52:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Media Merdeka, Sehat - Sebuah penelitian menyebutkan, memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung magnesium yang terdapat dalam sayuran, ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian dapat membantu menurunkan risiko masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

Melansir dari Koran Jakarta, di antara mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan optimal, magnesium merupakan salah satu mineral terpenting. Berdasarkan penelitian, magnesium merupakan mineral terbanyak keempat yang terdapat di dalam tubuh manusia. Ia berperan menjaga otot dan saraf agar berfungsi normal dan menjaga irama detak jantung. Magnesium juga membantu mengatur kadar gula darah, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah normal. Selain itu magnesium juga dapat menjaga tulang agar kuat dan mempengaruhi DNA.
Sebuah studi lain menunjukkan diet tinggi magnesium, bersama mineral lain, secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Menjaga asupan magnesium yang cukup sebagai modifikasi gaya hidup positif untuk mencegah dan mengelola tekanan darah tinggi adalah cara yang baik untuk memperbaiki kondisi Anda. Magnesium juga dapat membantu tekanan darah tinggi karena melemaskan pembuluh darah, menjaga tingkat insulin rendah, dan mempertahankan tingkat normal kalium.
“Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan magnesium juga dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes, alzheimer dan kardiovaskular. Magnesium memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan manusia,” kata penulis utama penelitian dari Zhengzhou University, Dr Xuexian Fang seperti dilansir Fox News.com.
Dalam penelitiannya, ia menganalisis data diet magnesium dan penyakit kronis dari 40 studi yang diterbitkan pada 1999 hingga 2016 lebih dari satu juta orang di sembilan negara. Dari hasil analisisnya, orang yang kurang mengonsumsi magnesium dalam makanannya, memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung sebesar 10 persen. Selain itu, kemungkinan terkena penyakit lainnya seperti stroke 12 persen dan 26 persen terkena diabetes.
Studi telah menganalisis 7.678 kasus penyakit kardiovaskular, 6.845 kasus penyakit jantung koroner, 701 kasus gagal jantung, 4.755 kasus stroke, 26.299 kasus diabetes tipe 2 dan 10.983 kematian. Peneliti mengatakan, tidak ditemukan adanya kemungkinan terkena penyakit jantung atau jantung koroner jika seseorang mengonsumsi 100 miligram magnesium per hari.
Para peneliti menekankan hasil studi tidak langsung mengaitkan megnesium dengan mencegah penyakit. Sebab, studi ini hanya berdasarkan pada hasil analisis data yang dilaporkan peserta yang tidak akurat membeberkan kadar diet mganesium yang mereka konsumsi.
“Setidaknya hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan meningkatkan konsumsi magnesium memiliki banyak manfaat untuk kesehatan,” papar dr Fang.
Sementara itu, peneliti di Case Western Reserve University di Cleveland, Dr. Andrea Romani menuturkan, ada banyak cara untuk dapat meningkatkan asupan magnesium, seperti mengonsumsi berbagai sayuran berdaun, biji - bijian, kacang-kacangan, dan ikan air asin.
“Untuk kandungan magnesium pada daging dan unggas itu tidak tetap karena sangat tergantung pada apa yang dimakan hewan tersebut. Magnesium retensi dalam makanan ini tergantung pada bagaimana makanan itu diproses, semakin lama makanan itu direbus atau dimasak, semakin sedikit magnesium yang dikandung makanan tersebut,” pungkas Romani. 
(*ck-1)

Komentar

Tampilkan

Terkini