Iklan


Author Details

Usaha Outlet Pulsa Kini Terancam Bangkrut.

Media Merdeka
Jumat, 27 November 2020, November 27, 2020 WIB Last Updated 2020-11-26T16:38:36Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Outlet penjualan pulsa dan kuota internet atau konter pulsa.


MediaMerdeka, Bitung - Sejumlah pengusaha Outlet Pulsa atau yang populer dengan sebutan konter pulsa di Kota Bitung mulai resah dan mengeluh omzet penjualan pulsa telepon seluler dan kuota internet mereka kian menurun.


Kata mereka, hal itu terjadi akibat dampak dari pemasangan sambungan Wi-Fi gratis yang dilakukan salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota yang tengah berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah di Kota Bitung.


"Dampaknya sudah terasa, omzet kami mulai menurun karena pelanggan sudah jarang membeli kuota atau pulsa di outlet kami," keluh Ilham Jufri, pemilik outlet pulsa Baim Cell di Girian Permai, Kecamatan Girian.


Senada dengan Ilham, Wawan Nusi yang sehari-hari membuka outlet penjualan pulsa di kawasan pusat kota Bitung juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, omzet penjualan pulsa atau pun penjualan kuota internet di outlet Tri Putra Cell miliknya menurun hingga mencapai 50 persen.


"Setiap harinya, hasil penjualan kami di kisaran 4 hingga 5 juta rupiah. Namun belakangan ini, omzet kami tidak pernah lebih dari 3 juta rupiah. Padahal outlet kami buka 1 x 24 jam," aku Nusi. 


Tidak hanya Ilham dan Wawan, pengusaha outlet pulsa bernama Syamsu Alam yang berjualan pulsa di perempatan jalan Tinombala, Pateten mengaku semakin was-was dan kuatir usahanya bakal bangkrut akibat adanya pemasangan sambungan Wi-Fi gratis itu.


"Kalau begini terus, bisa-bisa usaha kami akan tutup. Lalu bagaimana kami nantinya akan menghidupi keluarga kami. Sedangkan bisnis penjualan pulsa adalah usaha yang jadi sandaran hidup kami untuk membiayai kehidupan kami setiap hari? Kami ini hanya pengusaha kecil," sesalnya dengan ekspresi rada memelas. 


"Yang pasti, kami menolak dan tidak setuju dengan program Wi-Fi gratis itu. Di Bitung ini, ada ribuan warga yang berjualan pulsa seperti kami. Sebenarnya, jika berniat membantu rakyat, Wi-Fi gratis cukup dipasang di areal perkantoran saja atau di sekolah-sekolah, jangan di pemukiman. Lagi pula, semua operator seluler kini sudah menyediakan kartu berisi kuota unlimited. Bahkan kartu-kartu atau voucher pulsa yang dijual sudah 'include' kuota belajar di dalamnya," sambung Syamsu, pemilik outlet Alan Cell ini memberi solusi.

Contoh voucher kuota internet yang dijual di outlet penjualan pulsa.

Para pengusaha outlet pulsa ini berharap agar pemilik program sambungan Wi-Fi gratis juga memikirkan nasib para penjual pulsa yang jumlahnya ribuan itu. 


Rencananya, para pengusaha outlet pulsa dan kuota internet di Kota Bitung ini akan mengadukan nasib mereka ke Komunitas Niaga Cell Indonesia (KNCI) agar dapat memperjuangkan nasib mereka yang terancam bangkrut dan kehilangan sumber penghasilan jika Wi-Fi gratis nantinya terpasang di se-antero Kota Bitung. (Adj)

Komentar

Tampilkan

Terkini