Iklan


Author Details

Eks-karyawan Perusahaan Perkebunan Sawit Tuntut Hak Pasca-PHK.

Media Merdeka
Minggu, 31 Januari 2021, Januari 31, 2021 WIB Last Updated 2021-01-31T10:17:42Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sang Tombolang, Bolaang Mongondow.

MediaMerdeka, Bolmong - Puluhan eks -karyawan dan buruh yang bekerja pada sejumlah perusahaan kelapa sawit di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) mempertanyakan hak-hak mereka sebagai tenaga kerja pasca-Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).


Salah satu perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawannya adalah PT. Inobonto Indah Perkasa, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mulai beroperasi sejak tahun 2010  di wilayah Kabupaten Bolmong dengan total penguasaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1.000 Hektare yang tersebar di 3 kecamatan, yaitu di Kecamatan Poigar, Kecamatan Lolak dan Kecamatan Sangtombolang.


Salah seorang karyawan yang tak ingin namanya diberitakan mengatakan bahwa, sejak diberhentikan pada tahun 2020 lalu, dia dan puluhan karyawan lainnya tidak lagi memiliki pekerjaan dan hak-haknya sebagai pekerja tak kunjung diselesaikan pihak perusahaan tempat mereka bekerja.


"Sebelumnya, pihak perusahaan menjanjikan banyak keuntungan pada masyarakat yang juga sebagian besar adalah keluarga kami jika perusahaan perkebunan kelapa sawit beroperasi. Tapi kenyataannya, kami malah menderita setelah sempat bekerja dan akhirnya diberhentikan oleh pihak perusahaan," keluhnya kepada MediaMerdeka.net.

"Saat kami bekerja pun, hak kami berupa gaji atau upah, selalu tersendat-sendat pembayarannya. Alhasil, saat ini perusahaan sendiri sudah gulung tikar dan tak terlihat aktivitas apapun di lokasi perkebunan. Lalu bagaimana dengan nasib kami?," tanyanya penuh harap.

Selain mempertanyakan kepastian keberlangsungan masa depan perusahaan dan hak mereka berupa pesangon yang masih digantung oleh pihak perusahaan setelah di-PHK, para eks-karyawan dan buruh ini juga berharap perhatian khusus dari pemerintah setempat.

"Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow agar memperhatikan nasib kami, terlebih khusus kepada Ibu Bupati (Yasti Soepredjo-Mokoagow, Bupati Bolmong,-red) kiranya dapat mendesak pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajibannya kepada kami dan mempertanyakan masa depan kami masyarakat di lingkar perusahaan," ungkapnya.

Dari informasi yang dirangkum, perusahaan pemilik saham terbesar pada ekspansi kebun sawit di wilayah Bolmong tersebut adalah PT. AGRICORE, sebuah perusahaan asal Singapura. Dan untuk pemilik saham di Indonesia sendiri yakni, PT. IZZIZEN, milik Keluarga Hery H. Herijanto. Kedua perusahaan inilah yang bekerjasama dalam penanaman modal perusahaan sistem Inti Plasma dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bolmong yang membawahi 9 perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit yakni;

PT. Inobonto Indah Perkasa.

PT. Karunia Kasih Indah.

PT. Anugrah Sulawesi Indah.

PT. Anugrah Bolmong Indah.

PT. Tomini Indah Perkasa.

PT. Bolmong Indah Utama.

PT. Bolmong Indah Perkasa.

PT. Sino Global Perkasa.

PT. Global Indah perkasa.

Hingga berita ini diturunkan, Mr. Suyono, penanggungjawab PT. Agricore dan PT. Izzizen yang ada di Bolmong tidak dapat dimintai konfirmasi. Nomor ponsel 0813 1319 XXXX miliknya tidak dapat dihubungi.(raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini