Iklan


Author Details

Penganiaya Anggota TNI Akhirnya Menyerahkan Diri Dari Kejaran Polisi.

Media Merdeka
Selasa, 26 Januari 2021, Januari 26, 2021 WIB Last Updated 2021-01-26T11:55:11Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Tersangka Isak dan Tysen, pelaku penganiayaan terhadap anggota TNI dan mobil milik tersangka kini ditahan di Mapolda Sulut. (Foto: Reskrim Polres Bitung)


MediaMerdeka, Bitung - Dua orang pelaku penganiayaan anggota TNI akhirnya menyerahkan diri setelah sempat buron selama beberapa hari usai melakukan penganiayaan terhadap, SERTU. Meldy Mangeke, anggota Kodim 1310 Bitung.


Keduanya menyerahkan diri di Polres Minahasa setelah sempat berusaha bersembunyi  dan berpindah-pindah tempat dari kejaran Tim Resmob Polres Bitung dan Unit Intel Kodim 1310 Bitung.


Peristiwa penganiayaan terhadap SERTU Meldy Mangeke itu terjadi pada, Minggu, 24/01/2021 dini hari di halaman parkir Pub Sarona, Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.


Peristiwa berawal saat kedua tersangka bersama 2 rekannya melakukan pesta minuman keras (miras) di salah satu ruang di Pub Sarona. Kala itu, tersangka yang sudah dalam pengaruh miras melepas seekor ayam jago di atas meja untuk memancing keributan dan ditegur oleh korban. Rupanya teguran itu tidak diterima oleh para pelaku dan sempat terjadi adu mulut hingga keluar di halaman parkir Pub Sarona. Para tersangka pun langsung mengeroyok korban yang kesehariannya bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Pulau Lembe.


Dari keterangan pers yang digelar Kapolres dan Dandim 1310, Selasa 26/01/2021 diperoleh keterangan bahwa, pelaku menendang mata tersangka  sehingga membuat korban tersungkur dan jatuh pingsan. Pengeroyokan itu akhirnya dilerai oleh karyawan Pub dan para pelaku kemudian meninggalkan TKP menggunakan kendaraan roda empat.


Korban yang pingsan akibat dianiaya kemudian dilarikan ke RSUD Manembo-Nembo oleh pemilik pub dibantu sejumlah karyawan, lalu kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.


Setelah kejadian itu, Resmob Bitung dipimpin Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP. Frelly Sumampouw dibantu Tim Intel Kodim 1310 Bitung kemudian melakukan pelacakan dan pengejaran terhadap para tersangka yang diketahui sempat kabur hingga ke Bolaang Mongondow. Namun, tersangka yang diketahui sebagai residivis kasus pembunuhan dan penganiayaan itu akhirnya menyerahkan diri di Polres Minahasa pada hari Senin, 25/01/2021.


Selanjutnya, para tersangka dijemput Timsus Maleo Polda Sulut di bawah pimpinan, Kompol Elia Maramis dan kini ditahan di rumah tahanan Polda Sulut untuk menjalani proses hukum selanjutnya.


Konferensi pers yang digelar Polres Bitung dan Kodim 1310 Bitung di Mapolres Bitung. 



Sementara itu, Letkol. Inf. Benny Lesmana mengatakan, korban telah dirujuk ke RSUD Malalayang, Manado dan hingga kini belum sadarkan diri akibat tindakan penganiayaan yang dialaminya.


Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian proses hukum terhadap para pelaku dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya yang telah melakukan penganiayaan terhadap aparat negara.


"Setelah kejadian itu, saya langsung mengimbau kepada seluruh anggota saya agar tetap menjaga kondusifitas Kota Bitung dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum kepada para pelaku. Dan saya berharap, semoga korban dapat segera pulih agar dapat kembali bertugas sebagai Babinsa di Pulau Lembe," ujar Komandan Kodim 1310 Bitung saat memberikan keterangan pers bersama Kapolres Bitung.


Kapolres Bitung, AKBP. FX. Winardi Prabowo dalam keterangan pers itu memberikan jaminan kepada publik dan lebih khusus jajaran TNI, bahwa pihak kepolisian akan melakukan proses hukum secara terbuka dan transparan serta akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. (Adj)

Komentar

Tampilkan

Terkini