Iklan


Author Details

PT. IKI Bakal Kerjakan 87 Unit Kapal di Tahun 2021 Ini.

Media Merdeka
Jumat, 22 Januari 2021, Januari 22, 2021 WIB Last Updated 2021-01-22T06:13:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Ilustrasi pengerjaan kapal di dock. (Foto: Antara)


Bitung, mediamerdeka.net-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan target kepada PT. Industri Kapal Indonesia (PT.IKI) Cabang Bitung, Sulawesi Utara untuk mengerjakan 87 unit kapal di tahun 2021 ini.


Hal itu disampaikan oleh Ashari Laisa, General Manager PT. IKI (Persero), Bitung di ruang kerjanya, Kamis, 21/01/2021.

"Kami diberi target untuk mengerjakan sedikitnya 87 unit kapal di tahun 2021 ini dengan harapan dapat meraup income sebesar Rp. 35 Milyar," ungkap Laisa.


Target 35 Milyar itu dikatakan Laisa lebih rendah dibanding target yang dipatok Kementerian yang dinakhodai Erick Thohir, tahun 2020 lalu, yakni sebesar Rp. 45 Milyar.


"Dibanding tahun sebelumnya, tahun ini kita ditargetkan meraup income lebih rendah akibat adanya pandemi Covid-19. Namun kami bersyukur karena tahun sebelumnya, PT. IKI Bitung berhasil mencapai 60 persen dari yang ditargetkan oleh Kementerian. Dan ini baru pertama kalinya PT. IKI Bitung mampu mencapai 60 persen dari yang ditargetkan," ucap pria religius ini penuh syukur.

General Manager PT. IKI (Persero) Bitung, Ashari Laisa.


Dock PT. Industri Kapal Indonesia di Bitung selama ini lebih banyak mengerjakan perbaikan atau rehabilitasi kapal-kapal penumpang dan kapal niaga milik ASDP atau PT. Pelni serta sejumlah kapal milik swasta.


Setiap kapal yang 'naik dock', mampu diselesaikan oleh para karyawan PT. IKI Bitung hanya dalam tempo 15 hari saja.


"Kita kadang hanya terkendala persediaan bahan baku, misalnya plat besi yang sesuai spek kapal yang dikerjakan. Tak jarang kami harus berburu ke Manado atau bahkan ke lokasi penampungan besi tua untuk menemukan bahan baku yang dibutuhkan. Namun soal pengerjaan, tim karyawan kami sudah cukup ahli, sehingga pengerjaan kapal selalu selesai tepat waktu," terang Ashari Laisa.


Disinggung mengenai pengelolaan Dana CSR  (Corporate Social Responsibility), Laisa mengatakan telah menyalurkannya dengan membantu usaha kecil masyarakat yang ada di lingkar perusahaan sebagai wujud pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat, sebagiannya bahkan disalurkan dalam bentuk bantuan sosial berupa bantuan bagi warga yang terdampak pandemi COVID-19 atau ke panti asuhan dan panti jompo. (mm)


 

Komentar

Tampilkan

Terkini