Iklan


Author Details

14 Kasus Perempuan dan Anak Ditangani PPA di Awal Tahun 2021

Media Merdeka
Jumat, 12 Februari 2021, Februari 12, 2021 WIB Last Updated 2021-02-11T16:09:30Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Susilawati Gilalom, Kepala UPTD - PPA Kotamobagu.

MediaMerdeka, Kotamobagu - Persoalan kekerasan dalam rumah tangga menjadi hal yang krusial dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga perlu adanya upaya dari lembaga yang diberi kewenangan untuk memperkecil terjadinya angka pelanggaran hukum dalam keluarga dan masyarakat terutama menyangkut tindak pidana terhadap perempuan dan anak. 


Data dari UPTD - PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak)  Pemkot Kotamobagu, tercatat di awal tahun 2021 ini ada sekitar 14 kasus yang sedang ditangani. 


Kepala  UPTD PPA Kota Kotamobagu, Susilawati Gilalom yang ditemui MediaMerdeka pada, Kamis (11/02/2021) menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sedang menyelesaikan 14 kasus perlindungan perempuan dan anak. Akan tetapi untuk spesifikasi kasus apa saja yang terdata, masih menunggu laporan dari Tim Advokasi UPTD yang ditugaskan dalam pendampingan 14 kasus dimaksud.


"Saat ini masih dalam tahap pengumpulan data dan pemetaan mengenai kasus apa saja yang sedang diselesaikan dan sudah sejauh mana penanganan yang dilakukan oleh tim UPTD PPA yang bertugas. Rencananya hari Senin, pekan depan semua data klasifikasi kasus sudah selesai. Dan tentunya yang paling penting bagi kami dalam setiap pendampingan kasus adalah 'assesment' (upaya pengumpulan data) dari semua pihak yang terkait dalam penyelesaian masalah PPA selalu kami kedepankan, antara lain dengan Pihak kepolisian, kejaksaan, pengadilan, tim advokasi, tokoh agama dan tokoh masyarakat, guna mencari solusi mengenai penanganan dan penyelesaian kasus" papar Susi, sapaan akrab Kepala PPA ini.


Susi menambahkan, adapun untuk kasus pada tahun 2020 tercatat sekitar 66 kasus. Di antaranya kasus anak perempuan 29, anak laki-laki 7, dewasa 30 dan semuanya terselesaikan. Sehingga data statistik PPA untuk tahun ini terjadi penurunan kasus. 

"Semoga di tahun 2021 ini angka kasusnya makin menurun." harap Susi.


Selain itu, pihaknya juga bersyukur dengan adanya upaya Pemkot Kotamobagu, melalui Walikota, Ir. Hj. Tatong Bara yang telah berjuang di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang mendapatkan dana alokasi khusus non fisik, sehingga kegiatan-kegiatan UPTD-PPA terbantukan.


Pada kesempatan itu, Susi Gilalom menegaskan pula jika dalam melakukan pendampingan atau advokasi kepada masyarakat, UPTD-PPA Kotamobagu tidak memungut biaya sepeserpun, sehingga dirinya mengimbau kepada masyarakat agar melapor kepadanya bila ada oknum yang mengatasnamakan UPTD-PPA Kotamobagu yang meminta imbalan dalam menawarkan jasa pendampingan. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini