Iklan


Author Details

Boss Potolo Diboyong Polisi ke Mabes Polri.

Media Merdeka
Selasa, 09 Februari 2021, Februari 09, 2021 WIB Last Updated 2021-02-09T13:44:38Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Operasi penertiban tambang emas tanpa ijin yang dilakukan aparat kepolisian.

MediaMerdeka, Kotamobagu - Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik kepolisian dari Bareskrim Mabes Polri, GL alias Gusri,  tersangka pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)  yang berlokasi di Potolo, Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow, akhirnya diberangkatkan ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Gusri yang merupakan 'boss besar' tambang ilegal itu pada 2020 lalu telah divonis kurungan 1 tahun melalui putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara karena dianggap melanggar Undang-undang Lingkungan Hidup dan Undang-undang Minerba

Meski sempat menjalani hukuman penjara, namun Gusri diduga kembali melanjutkan aktivitasnya menjalankan usaha pertambangan tanpa ijin di Potolo, hingga akhirnya kembali 'diamankan' aparat kepolisian. 

Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK kepada awak media membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. 


“Benar yang bersangkutan sudah menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik dari Mabes Polri dan kemudian diboyong oleh Tim Penyidik dari Mabes Polri ke Jakarta untuk menjalankan pemeriksaan lanjutan,” ucap Kapolres Kotamobagu, Selasa (09/02/2021).

Tersangka Gusri bersama penyidik Mabes Polri di Bandara Sam Ratulangi, Manado, sesaat sebelum berangkat ke Jakarta.


Dari informasi yang dirangkum, usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Kotamobagu pada pukul 23.00 WITA, Senin malam, Gusri langsung dibawa Tim Penyidik dari Mabes Polri ke Bandara Sam Ratulangi Manado yang selanjutnya diterbangkan menuju Gedung Trunojoyo, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta guna pemeriksaan lanjutan. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini