Iklan


Author Details

Diduga Tawarkan Jasa Seks via Gadget, Tiga ABG Diamankan Anoa.

Media Merdeka
Minggu, 28 Februari 2021, Februari 28, 2021 WIB Last Updated 2021-02-28T05:14:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Tiga gadis ABG diamankan Tim Anoa dan digelandang ke Mapolres Kotamobagu.


MediaMerdeka, Kotamobagu - Tim Anoa Polres Kotamobagu kembali menjaring sejumlah warga yang terlibat kasus pelanggaran hukum dalam operasi rutin cipta kondisi (Cipkon), Sabtu malam (27/02/21) di wilayah Kotamobagu. 


Operasi cipkon ini diawali dengan apel di Mako Polres dipimpin Kasat Sabhara, AKP. Budi Mantoyo, lalu kemudian Tim Anoa  melaksanakan kegiatan patroli di seputar wilayah Kecamatan Kotamobagu. 


Dalam operasi yang digelar tim yang dipimpin Aiptu.Roky Mokoagow tersebut Anoa kembali mengamankan sejumlah anak muda yang sedang berkumpul dan dalam kondisi mabuk karena miras dan tanpa menaati protokol Covid-19.


Bahkan sebagian dari sedang melakukan aksi ugal-ugalan balap liar dengan knalpot bising sehingga Tim Anoa memberikan sanksi push up kepada para anak muda itu.

Ranmor roda dua yang berknalpot racing dicopot dan disuruh ganti dengan knalpot standard.


Selain hukuman push up, para pemilik kendaraan roda dua diperintahkan untuk mencopot knalpot racing milik mereka dan menggantinya dengan knalpot standard.


Selain itu, Tim Anoa juga berhasil amankan tiga gadis remaja yang ikut dalam kerumunan anak-anak muda tersebut. Mereka diduga sedang bertransaksi seks dengan calon penjaja 'daging mentah' melalui percakapan di gadget mereka menggunakan aplikasi Michat. Ketiganya pun digelandang ke Mapolres untuk dimintai keterangan terkait aktivitasnya itu. 


"Setelah ketiga remaja itu kita periksa di Mako, rupanya mereka sedang saling berhubungan melalui HP mereka dengan pria hidung belang dan diduga sedang bertransaksi seks dengan gadis-gadis ini," jelas Kasubag Humas Polres Kotamobagu, AKP. Rusdin Zima.


"Akhir-akhir ini memang lagi marak pemanfaatan gadget android atau smartphone untuk memudahkan transaksi jasa seksual yang dilakoni anak-anak remaja kita dan operasi yustisi cipkon yang dilakukan Polres Kotamobagu ini adalah salah satu upaya untuk memberantas praktek ilegal itu," lanjutnya.


"Ke depan, operasi yustisi akan dilakukan di tempat-tempat hiburan dan penginapan. Selain tujuannya untuk memberikan jaminan Kantibmas, kita juga tak hentinya memberikan imbauan ke masyarakat mengenai kepatuhan terhadap protokol kesehatan," pungkas perwira tiga balok ini. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini