Iklan


Author Details

JS Bakal Jadi Tersangka Dugaan Korupsi 750 Juta, Dana RTLH.

Media Merdeka
Rabu, 17 Februari 2021, Februari 17, 2021 WIB Last Updated 2021-02-17T13:11:38Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Kejaksaan Negeri Kotamobagu bakal memanggil sejumlah saksi untuk dilidik terkait kasus dugaan korupsi dana RTLH di Dinas Sosial Kotamobagu.


MediaMerdeka, Kotamobagu - Dugaan penyalahgunaan uang negara oleh oknum di Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow sebesar 750 juta rupiah untuk program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tahun 2019 lalu memasuki tahap penyidikan di Kejaksaan Negeri Kotamobagu.


Kasus yang merugikan uang negara sebesar 750 juta tersebut bakal menyeret oknum di Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow atau pun pihak ketiga yang diduga tersangkut dengan penyalahgunaan pelaksanaan program RTLH tersebut. 


Alokasi dana RTLH  tahun 2019 tersebut diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga yang terbagi dalam lima kelompok dengan jumlah alokasi dana bantuan per kelompok sebesar 150 juta rupiah. 

Arthur Piri, SH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kotamobagu.


Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Arthur Piri SH, mengatakan, sampai saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tersebut dengan menaikkan status dari penyelidikan lewat operasi intelejen yang dilakukan ke tahap penyidikan dengan terus mengumpulkan bukti-bukti untuk penetapan tersangka.

"Kami sedang mendalami kasus yang merugikan uang negara tersebut dengan terus mengumpulkan bukti untuk penetapan siapa saja yang bakal menjadi tersangka, tentunya setelah ada dua alat bukti maka kita akan menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini. Dan rencananya dalam minggu ini kami akan memanggil para saksi untuk diperiksa," Kasi Intel.

Selain itu katanya lagi, pihaknya telah mengantongi satu nama dari pihak ketiga yang diduga ikut terlibat dalam penyalahgunaan program bantuan sosial bagi masyarakat tersebut dengan inisial JS. Ditanya siapa JS ini, Kasi intel Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Arthur Piri.SH masih merahasiakannya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow, Abd. Haris Bambela dihubungi lewat telepon selular untuk konfirmasi terkait kasus ini tak dapat tersambung. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini