Iklan


Author Details

Minim Fasilitas, Pelayanan RSUD Datoe Binangkang Mengecewakan.

Media Merdeka
Selasa, 02 Februari 2021, Februari 02, 2021 WIB Last Updated 2021-02-02T11:01:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

RSUD. Datoe Binangkang, Bolaang Mongondow, minim fasilitas dan tenaga medis. (Foto: Ilsaraja T. Makalalag)


MediaMerdeka, Bolmong - Diduga lalai dalam penanganan, pasien warga Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bernama Alvia Paputungan (54) meninggal dunia. 


Kejadian berawal ketika pasien pada Selasa, 27/01/2021 pekan lalu dibawa oleh keluarganya yang dirujuk ke RSUD Datoe Binangkang oleh sebab menderita sakit tetanus karena luka tusuk di bagian kaki sebelah kirinya.

Sebelumnya, Alvia sempat dibawa memeriksakan sakitnya ke dokter umum hingga kemudian dokter merujuknya untuk segera dibawa ke RSUD Datoe Binangkang. Namun, beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit, pasien menghembuskan nafas terakhirnya tanpa mendapatkan layanan memuaskan dari pihak rumah sakit. 


"Saat kami membawa almarhumah ibu kami ke RSUD malam itu, setibanya di RS ibu kami lambat mendapatkan pertolongan, dengan alasan, RSUD kekurangan fasilitas untuk digunakan seperti oksigen dan  alat memeriksa darah (elektrolit) yang sangat dibutuhkan pasien untuk tindakan kedaruratan. Selain itu, RSUD hanya memiliki 1 orang dokter yang menetap di Kotamobagu, sehingga pasien hanya dapat diperiksa atau dikontrol pada keesokan harinya. Akibatnya, RSUD tidak memiliki dokter jaga yang standby pada malam hari ketika dokter satu-satunya lepas tugas," keluh Rizqia Yunanto, anak menantu pasien.


Dengan kejadian tersebut, keluarga pasien merasa sangat kecewa dan terpukul atas lambannya penanganan pihak RSUD Datoe Binangkang. Mereka menyayangkan, RSUD yang terakreditasi sebagai Rumah Sakit Type B tetapi tidak memiliki kelengkapan alat atau fasilitas kesehatan yang memadai, utamanya dalam kondisi penanganan bagi pasien darurat. 


Sementara itu, Direktur Utama RSUD Datoe Binangkang, dr. Debby Kulo yang dihubungi melalui hubungan telepon menepis tudingan pembiaran atau penelantaran pasien. Menurutnya, pihak RSUD sudah melakukan upaya maksimal, bahkan telah menyarankan kepada keluarga pasien agar pasien dirujuk ke RSUD Prof. Kandouw, Malalayang, Manado namun ditolak oleh pihak keluarga pasien.

dr. Debby Kulo, Dirut RSUD Datoe Binangkang, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.


"Saat pasien tiba di RSUD, tim medis yang bertugas malam itu langsung memberikan tindakan sesuai prosedur kedaruratan. Namun karena melihat kondisi pasien yang memang perlu tindakan medis lebih, maka kami pun menganjurkan agar pasien dirujuk ke RSUD Malalayang Manado. Tapi, pihak keluarga pasien menolak menandatangani surat rujukan dan memilih agar pasien tetap dirawat di RSUD ini. Kendati demikian, tim medis kami tetap berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai kemampuan kami," jelas dr. Debby. 


Terkait fasilitas medis yang dimiliki RSUD Pemkab Bolmong ini, dr. Debby mengakui jika selama ini memang masih terkendala dengan keterbatasan fasilitas medis yang mereka miliki dan tidak sesuai yang dibutuhkan. 


"Memang benar, kalau masalah oksigen pihak RSUD Datoe Binangkang terkendala dengan kurangnya tabung oksigen yang masuk, terkadang dalam permintaan ke pabrik 100 tabung yang kami minta, tapi yang masuk hanya 20 tabung atau malah hanya 10 tabung saja. Dan ini sering kami alami, bahkan hampir semua Rumah Sakit juga memiliki keluhan yang sama, terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda," ungkapnya.

dr. Herman Paputungan, Kadis Kesehatan, Bolmong.


Di pihak lain, Kepala Dinas Kesehatan, Bolmong, dr. Herman Paputungan ketika dimintai tanggapan seputar dugaan kelalaian RSUD Datoe Binangkang, mengatakan bahwa, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan intervensi terkait kebijakan dan pelayanan yang berlaku di RSUD Datoe Binangkang.


"Antara kami dan pihak RSUD merupakan instansi yang berdiri sendiri, Dinas Kesehatan tidak berhak mengintervensi urusan atau masalah internal RSUD, akan tetapi sebagai bentuk tanggungjawab administrasi kedinasan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak RSUD mengenai masalah dugaan kelalaian hingga mengakibatkan pasien meninggal dunia," pungkas dr. Paputungan.(Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini