Iklan


Author Details

Mokoginta Siapkan 3 Cluster Perkebunan Coklat, Kopi dan Kelapa.

Media Merdeka
Senin, 01 Februari 2021, Februari 01, 2021 WIB Last Updated 2021-02-01T12:36:13Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Kopi menjadi salah satu hasil perkebunan yang akan ditingkatkan produktivitasnya oleh Dinas Perkebunan Pemkab Bolmong. (Foto: Pertanianku)



MediaMerdeka, Bolmong-Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah dan tak kunjung berakhir tak menyurutkan semangat pemerintah untuk terus berupaya memotivasi masyarakatnya dalam peningkatan pendapatan ekonomi dari sektor perkebunan.


Hal ini dilakukan oleh pemerintah untuk mengimbangi sumber pendapatan dari sektor lain mengingat masih banyaknya lahan yang berada di wilayah Bolmong yang perlu dioptimalkan pemanfaatannya. 


Kepala Dinas Perkebunan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Taufik Mokoginta menyampaikan, program yang sedang dikerjakan oleh instansinya dalam menyambut peluang ekonomi sektor perkebunan di tahun 2021 ini, antara lain komoditi tanaman Coklat, Kopi dan juga Kelapa.


"Untuk wilayah kabupaten Bolmong sendiri, ada tiga cluster (baca; klaster-red) pengembangan komoditi yang akan dilaksanakan, yaitu klaster wilayah Kecamatan Dumoga, tepatnya di Desa Konarom untuk tanaman coklat, klaster Kecamatan Lolayan dan Passi untuk tanaman kopi serta Kecamatan Poigar dan Sangtombolang, wilayah pantura untuk tanaman kelapa," jelas Mokoginta sembari mengatakan, sasaran program ini adalah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Ir. H. Taufik Mokoginta, Kadis Perkebunan, Kab. Bolaang Mongondow. (Foto: istimewa)


"Contoh sederhana misalnya, untuk tanaman kelapa, bila kita hitung-hitung, seandainya jumlah kepala keluarga (KK) di Bolmong sebanyak 50 ribu KK dan dalam seminggu menghabiskan 1 Liter minyak kelapa maka dibutuhkan 50 ribu liter per minggu atau 200 ribu liter perbulan. Maka dalam satu tahun, kebutuhan mencapai 2,4 juta liter, lalu kenapa peluang ini tidak diambil oleh UMKM, Koperasi, ibu-ibu pelaku industri rumahan (home industry) untuk dipasokan ke lapak-lapak, swalayan, indomaret dan alfamare? Apalagi saat ini hampir semua desa sudah ada toko seperti itu, dan tentunya melalui perjanjian kerjasama yang baku, harga murah, terjangkau, higienis dengan label minyak kelapa Totabuan yang dapat menyaingi pangsa pasar minyak lainnya. Nanti ke depannya pemerintah akan membuat VCO-nya serta mensupport untuk  masalah regulasi kerjasama dengan pihak toko-toko yang dimaksud," urai kepala dinas yang kaya ide dan inovasi ini.


Menurutnya, selain meningkatkan pendapatan perekonomian petani itu sendiri, program tersebut dapat pula membuka lapangan kerja bagi masyarakat.(Raja)


Komentar

Tampilkan

Terkini