Iklan


Author Details

Pemkab Bolmong Janji Mediasi Keluhan Eks-Karyawan Perkebunan Sawit.

Media Merdeka
Senin, 01 Februari 2021, Februari 01, 2021 WIB Last Updated 2021-02-01T13:15:32Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Ilustrasi panen kelapa sawit oleh buruh perkebunan.

MediaMerdeka, Bolmong-Terkait keluhan eks-karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan juga masyarakat bolmong pada PT. Agricore yang berinvestasi di wilayah kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dalam program penanaman kelapa sawit, pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan kabupaten Bolmong, Taufik Mokoginta selaku Kepala Dinas Perkebunan mengatakan agar karyawan maupun masyarakat sementara waktu dapat bersabar dan berbaik sangka.


Menurut Mokoginta, belum adanya aktivitas perusahaan perkebunan sawit di lahan HGU  kemungkinan karena adanya wabah Covid-19 yang hingga saat ini masih dalam situasi pandemi, namun pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan pihak managemen PT. Agricore untuk mempertanyakan kendala apa yang menyebabkan sebagian hak dari karyawan dan juga program kerjasama dengan masyarakat petani sawit yang sudah didata oleh pihak perusahaan melalui program Tali Asih Inti Plasma belum terealisasi.


"Saya akan mencoba menghubungi pihak perusahaan untuk mempertanyakan kendala yang mereka hadapi sehingga belum adanya realisasi hak-hak sebagian karyawan termasuk akan menanyakan, kenapa program kemitraan dengan masyarakat untuk penanaman sawit belum dapat dilakukan?," janji Mokoginta, Senin (01/02/2021) saat ditemui reporter MediaMerdeka.net.

Namun, Kadis Perkebunan Kabupaten Bolmong itu meminta masyarakat agar tidak perlu kuatir mengenai program Tali Asih atau kemitraan Inti Plasma yang sudah disosialisasikan pihak perusahaan beberapa  tahun lalu di lahan mereka.

"Program kemitraan tidak berjalan, itu kemungkinan besar tidak akan terjadi, sebab pihak managemen sejak pertama melakukan kegiatannya di wilayah Bolaang Mongondow sudah mengeluarkan biaya milyaran rupiah, jadi takkan semudah itu mereka meninggalkan investasinya, namun bilamana pihak perusahaan melanggar kesepakatan yang sudah diatur dalam dokumen kontrak dengan pemerintah daerah, pastinya akan ada sanksi yang akan dikenakan bagi mereka," tegasnya.

Lahan perkebunan sawit di wilayah kecamatan Sang Tombolang, Bolaang Mongondow. 


Dari informasi yang dirangkum, dokumen asli berupa Surat Kepemilikan Lahan sebanyak kurang lebih 5.000 Hektare milik warga yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan di wilayah kabupaten Bolmong saat ini ada di tangan pihak perusahaan. Sehingga wajar jika masyarakat pemilik lahan bertanya-tanya mengenai masa depan atau kelangsungan perusahaan perkebunan tersebut. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini