Iklan


Author Details

Selesaikan Berbagai Kasus, Tim Anoa Kedepankan Restorative Justice.

Media Merdeka
Rabu, 24 Februari 2021, Februari 24, 2021 WIB Last Updated 2021-02-24T05:14:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Katim Sergap Anoa, Aiptu. Roky Mokoagow bersama anggota, memediasi kasus dengan pendekatan 'restorative justice'

Kotamobagu - Tim Anoa Polres Kotamobagu ungkap tiga kasus dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan warga wilayah hukum Polres Kota Kotamobagu melalui kegiatan rutin Cipta Kondisi (Cipkon). 


Dalam kegiatan operasi cipkon kali ini, team melakukan patroli di Kecamatan Kotamobagu dan menemukan sekelompok anak muda yang sedang pesta minuman keras atau miras di tempat umum berlokasi di Taman Pusat Kota Kotamobagu. 


Selain melanggar hukum, anak-anak muda itu melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker hingga akhirnya team langsung memberikan arahan tentang bahaya covid dengan memberikan sanksi tindakan di tempat berupa 'squat jump' lalu kemudian memberikan pembinaan dan menyuruh pulang anak-anak muda tersebut pulang ke rumah masing-masing. 


Tak berhenti disitu, Anoa melanjutkan patroli menuju Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara untuk merespons aduan masyarakat terkait dugaan pengancaman pembunuhan yang dilakukan Abdul terhadap Junaidi 35 yang tak lain adalah tetangganya sendiri. 


Kronologis dugaan pengancaman ini terjadi pada hari minggu tanggal 20 Februari 2021, sekitar pukul 14.00 WITA, lalu. Pelaku mendatangi dan masuk di dapur rumah korban untuk menanyakan anaknya yang biasanya bermain di rumah korban. Rupanya, pelaku sudah menyimpan kekesalan terhadap korban yang selalu bertengkar dengan istrinya dan membuat pelaku merasa terganggu.


Cekcok antar keduanya pun terjadi dan sempat dilerai oleh istri mereka masing-masing. Namun pelaku  Abdul merasa tak puas dan pulang ke rumahnya mengambil sebatang kayu kemudian kembali lagi ke rumah korban sambil mengancam ingin membunuh korban. 


Dengan kejadian tersebut Tim Sergap Anoa Polres Kotamobagu di bawah pimpinan Katim Aiptu. Roky Mokoagow segera mengambil tindakan mengamankan pelaku dan selanjutnya melakukan upaya mediasi lewat musyawarah dengan melibatkan pemerintah desa setempat.


Masalah ini pun akhirnya terselesaikan setelah  pelaku pengancaman menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan perbuatannya lagi. 


"Kami Tim Sergap Anoa Polres, hanya mengambil tindakan persuasif kepada pelaku Abdul, mengamankan sementara terhadap pelaku dan menempuh jalur musyawarah di depan aparat pemerintah desa," jelas Aiptu Roky Mokoagow. 


"Ini adalah bagian dari upaya penyelesaian masalah dengan mengedepankan restoratif justice. Jadi tidak semua kasus harus diselesaikan di pengadilan. Apabila para pihak yang bermasalah bisa didamaikan, maka kita damaikan dengan disaksikan aparat pemerintah desa atau kecamatan," pungkas, Aiptu. Roky Mokoagow, Katim Anoa, Polres Kotamobagu.(Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini