Iklan


Author Details

Janda di Kotamobagu Bertambah Akibat Pandemi Covid-19.

Media Merdeka
Selasa, 16 Maret 2021, Maret 16, 2021 WIB Last Updated 2021-03-16T12:46:46Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Teddy Lahati, Ketua Pengadilan Agama Kotamobagu.


MediaMerdeka, Kotamobagu -
  Hampir memasuki dua tahun berjalan, pandemi Covid-19 masih menjadi momok dalam kehidupan kita saat ini.


Dampak dari wabah Covid dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya masyarakat Indonesia, baik sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, perdagangan dan sektor sektor lain. Ini tentunya merupakan sebuah masalah yang patut diseriusi dan dicari solusi untuk mendapatkan jalan keluar.


Salah satu dampak pandemi saat ini yang nampaknya memengaruhi kehidupan rumah tangga, akibat faktor ekonomi, tak sedikit perceraian terjadi di tengah masyarakat Kotamobagu di luar faktor lain yang menjadi pemicu terjadinya perceraian.


Ketua Pengadilan Agama Kotamobagu Teddy Lahati. SH.I. MH, saat diwawancarai MediaMerdeka mengatakan bahwa, untuk data Pengadilan Agama Kotamobagu perceraian pada tahun 2019 mencapai angka 500 kasus, sedangkan pada tahun 2020 hingga ke angka 600 kasus perceraian, dan untuk tahun 2021 dibulan maret ini sudah sekitar 180 kasus perceraian didominasi usia menengah ke atas, ini termasuk tinggi secara grafis bulanan.


"Di tahun 2019 ada 500 kasus perceraian dan 2020 angka perceraian mengalami peningkatan, sedangkan di bulan ke tiga tahun 2021 ini juga secara grafis bulanan mulai mengalami kenaikan. Dan rata-rata perceraian terjadi disebabkan faktor ekonomi  serta terjadi pada rumah tangga yang rata-rata kalangan usia menengah ke atas," jelas Kepala Pengadilan Agama Kotamobagu. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini