Iklan


Author Details

LSM Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Tambang Emas Ilegal di Potolo.

Media Merdeka
Sabtu, 20 Maret 2021, Maret 20, 2021 WIB Last Updated 2021-03-20T07:01:26Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Sejumlah alat berat sedang melakukan pengerukan emas di Bukit Potolo, Tanoyan, Bolaang Mongondow.


MediaMerdeka, Bolmong -
 GL alias Gusri salah satu penambang emas lokal warga Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara yang sempat menjadi tahanan Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu ramai diberitakan sejumlah media akan segera diadili oleh Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu.


Sebelumnya GL ditangkap atas dugaan Pertambangan Emas Tanpa Ijin  (Peti) di lokasi bukit Potolo, Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.


Anehnya, aktivitas penambangan di lokasi Peti Potolo yang dibersihkan pasca Gusri ditangkap Tim Mabes Polri beberapa waktu lalu kini dikabarkan justru kian menggila.


Yang lebih parah, menjelang Gusri didakwa di meja hijau, para cukong justeru menaikkan alat berat dan kini asik menggeruk perbukitan Potolo dan menikmati hasil emas jarahan yang diduga bertentangan dengan hukum di negara ini.


Dari pengakuan salah satu warga Tanoyan Selatan  menyebutkan, pertengahan Maret 2021 ini diperkirakan ada 4 sampai 5 alat berat eskavator di lokasi tambang tak berijin tersebut.


Alat berat ini disebutkan digunakan oleh oknum-oknum cukong diduga bernisial TL, JM, dan ADK.


“Ada sejumlah alat berat  saat ini melakukan aktifitas di lokasi Potolo (lokasi tambang emas tanpa ijin),” ungkap sumber warga Tanoyan Kecamatan Lolayan sambil menyebutkan sejumlah nama.


GL sendiri diketahui masih berstatus terpidana melalui vonis di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara terkait peti di lokasi Potolo namun akan segera kembali duduk di kursi pesakitan di PN Kotamobagu.

Rafiq Mokodongan, Ketua LSM Swara Bogani.


Menanggapi maraknya alat berat yang kembali geruk bukit Potolo, Ketua LSM Suara Bogani, Rafiq Mokodongan meminta agar Mabes Polri menindak tegas para cukong Pengolah Peti Potolo yang masih juga berulah.


“Jangan ada indikasi pembiaran dan tebang pilih terhadap penindakan kasus Peti di Bolmong Raya, khususnya di Peti Potolo, karena sudah ada yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Mabes Polri. Kami minta agar Mabes Polri juga menangkap para cukong pelaku Peti yang berulah dan  menggunakan alat berat di lokasi Potolo,” kata Mokodongan.


Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak Tim Mabes Polri, Polda Sulut atau Polres Kotamobagu terkait penegakan supremasi hukum terhadap para cukong yang menggerakkan alat berat di lokasi Potolo. (Raja

Komentar

Tampilkan

Terkini