Iklan


Author Details

Tolak Aktivitas Tambang, Emak-emak Hadang 4 Unit Alat Berat

Media Merdeka
Jumat, 05 Maret 2021, Maret 05, 2021 WIB Last Updated 2021-03-05T02:52:39Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Emak-emak menghadang Buldozer dan Excavator yang memasuki hutan di hulu sungai Desa Tobayagan, Bolsel.


MediaMerdeka, Bolsel
 - Puluhan ibu-ibu warga Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah melakukan penghadangan terhadap 4 unit alat berat yang diduga bakal masuk kawasan hutan hulu sungai Desa Tobayagan untuk aktifitas pertambangan ilegal.


Aksi tersebut mereka lakukan didasari kekuatiran akan adanya kerusakan hutan akibat kegiatan tambang yang diduga ilegal yang akan dilakukan dua pengusaha swalayan terbesar asal Kotamobagu yang bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan menimbulkan bencana di kemudian hari.


Warga yang melakukan aksi penghadangan terhadap alat berat tersebut  menyampaikan bahwa, aksi penghadangan yang mereka lakukan itu terjadi pada akhir bulan Februari lalu.


Mereka menolak dengan tegas rencana aktivitas tambang yang akan dilakukan PT. Bumi Selatan Bulawan yang ditengarai adalah milik 2 pengusaha berinisial SW dan DB yang juga dikenal sebagai pemilik swalayan ternama di Kotamobagu.  

Warga kuatir terjadi kerusakan lingkungan yang dapat menimbulkan bencana akibat kegiatan tambang di desanya.


"Kami meminta kepada pemerintah dan aparat hukum, khususnya Polsek Pinolosian atau Polres Bolsel untuk bertindak tegas kepada para oknum pengusaha yang diduga bakal melakukan pengrusakan hutan di desa kami. Dan kepada seluruh pemerhati lingkungan, mohon kiranya dapat membantu menyuarakan keluhan kami, warga masyarakat Desa Tobayagan yang menolak keras keberadaan alat berat untuk melakukan eksploitasi tambang emas di desa kami," ujar Yuli, salah seorang warga.


Kapolsek Pinolosian, AKP. Rusman M Saleh yang dikonfirmasi via telepon mengaku sudah memonitor dan menerima laporan adanya aksi pemblokiran yang dilakukan warga Desa Tobayagan.


Menurutnya, aksi itu mungkin sengaja mereka lakukan dengan tujuan untuk meminta ganti rugi kepada perusahaan pemilik alat berat yang melakukan perambahan hutan menuju lokasi tambang yang akan dieksploitasi.


"Intinya, tugas kami adalah menjaga Kamtibmas dan kondusifitas keamanan di wilayah itu. Mengenai rencana perusahaan yang hendak melakukan kegiatan pertambangan, itu bukan ranah kami. Soal ijin, silahkan dikonfirmasi ke Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral)," jelas Kapolsek yang juga mengimbau warga agar bersama-sama menjaga keamanan di Desa Tobayagan. (Raja)

Komentar

Tampilkan

Terkini